Home » Analisis » Menentukan Daya Beda Soal

Menentukan Daya Beda Soal

This slideshow requires JavaScript.

oleh Muhamad Khotib (alumni pasca TP unila)

Menurut Arikunto (2009: 211) daya beda soal adalah kemampuan sesuatu soal yang dapat membedakan antara peserta didik yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan peserta didik yang bodoh (berkemampuan rendah). Sedangkan menurut Surapranata (2004: 23) indeks daya beda adalah kemampuan soal untuk membedakan antara peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan peserta tes yang berkemampuan rendah. Dari dua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa soal yang baik adalah soal yang dapat membedakan peserta didik yang pintar dan peserta didik yang tidak pintar. Soal digunakan oleh seorang evaluator untuk menguji kelompok yang diuji. Soal akan berfungsi dengan baik jika dapat membedakan kemampuan orang-orang dalam kelompok tersebut.

Rentang indeks daya beda  adalah  sampai . Semakin tinggi nilai indeks daya beda semakin baik. Kelompok peserta didik yang memperoleh nilai tinggi biasa disebut Kelompok Atas (KA) dan kelompok peserta didik memperoleh nilai rendah disebut Kelompok Bawah (KB). Jika soal dijawab oleh sebagian besar kelompok atas maka soal tersebut dikatakan baik, sebaliknya jika soal banyak dijawab dengan benar oleh kelompok bawah maka soal tersebut dikatakan jelek. Artinya soal harus dapat membedakan atau menguji dengan baik kelompok atas dan kelompok bawah.

Sebuah butir soal dikatakan baik adalah butir soal yang mempunyai daya beda 0,40 sampai 1,00. Menurut Arikunto (2009: 213) perhitungan indeks daya beda butir soal dapat menggunakan formula sebagai berikut:

Keterangan

D       =   indeks diskriminasi butir,

BA =   jumlah kelompok atas yang menjawab benar,

BB =   jumlah kelompok bawah yang menjawab benar,

JA =   jumlah kelompok atas,

JB =   jumlah kelompok bawah ,

T       =   jumlah responden seluruhnya.

Indeks daya beda soal digunakan dalam mengklasifikasi kualitas soal. Menurut  Crocker dan Algina dalam Depdiknas (2010: 13) membedakan soal dalam empat katagori soal, yaitu: soal diterima, soal diterima tapi perlu diperbaiki, soal diperbaiki, dan soal ditolak. Klasifikasi ini diperlukan untuk memilih soal mana pada tahap selanjutnya untuk dijadikan soal yang akan digunakan kembali dan dimasukkan dalam bank soal. Dan soal mana yang memerlukan perbaikan jika tetap ingin dimasukkan dalam bank soal.

Sedangkan menurut Ebel and Frisbie (1991: 232) soal dapat diklasifikan dalam empat katagori yaitu: sangat baik, baik, cukup dan kurang/ jelek.  Klasifikasi soal berdasarkan indeks daya beda soal selanjutnya ditampilkan dalam tabel 2.1.

Tabel 2.1 Klasifikasi Indeks Daya Beda Soal

Indeks Diskriminasi Kategori Soal
Kurang dari 0,19 Jelek – Soal tidak dipakai/dibuang
0,20 – 0,29 Kurang – soal diperbaiki
0,30 – 0,39 Baik – soal diterima tetapi perlu diperbaiki
Lebih dari 0,40 Sangat Baik – soal diterima

Sumber : Ebel and Frisbie (1991: 232)

Menentukkan Daya Beda Soal dengan Simpel PAS

Daya beda soal dapat ditentukan dengan mudah dengan menggunakan program aplikasi Simpel PAS. Pendidik / mahasiswa dapat menentukan daya beda soal untuk membantu memvalidasi soal yang digunakan dalam penelitian maupun dalam pengujian peserta didik dengan cepat dan mudah.

Simpel PAS fasilitas yang memudahkan dan praktis dalam menentukan daya beda soal hanya dengan satu langkah, yaitu menginput jawaban pilihan ganda atau jawaban skor uraian atau skor penilaian dari masing-masing butir instrumen penelitian.

Langkah-langkah yang harus dilakukan pengguna dalam menganalisis daya beda soal dimulai dengan membuka program Simpel PAS sehingga tampil menu pembuka seperti di bawah ini.

Kemudian masukan data peserta didik melalu menu peserta didik dengan mengklik button gambar orang dengan tulisan peserta didik di bawah, sampai terbuka menu seperti di bawah ini. Masukan nomor ujian atau nomor induk, nama peserta didik, dan kelas.

Setelah selesai kembali ke menu utama dengan mengklik tombol home di pojok kiri atas. langkah selanjutnya menginput jawaban peserta didik, contoh pertama kalau soal pilihan ganda maka yang diinput adalah uraian jawaban dalam bentuk A,B,C,D, atau E ke dalam menu pengisian jawaban pilihan ganda. Untuk membuka menu pengisian jawaban pilihan ganda  jamak klik tombol ABC pada blok menu INPUT,  sehingga terbuka menu seperti di bawah.

yang diinput kedalam menu pengisian jawaban adalah kunci jawaban dan rincian jawaban masing-masing peserta didik. Atau kalau pengisiannya dari soal uraian maka yang diinput adalah skor jawaban masing-masing butir soal. Caranya membuka menu sama dengan menu pilihan ganda.

Setelah menginput jawaban peserta didik , maka pekerjaan menganalisis selesai. selanjutnya program akan mengolah, menghitung dan menampilkan hasil analisis daya beda soal.

Untuk melihat hasil analisis daya beda, pengguna tinggal membuka menu output hasil analisis daya beda pada blok menu OUTPUT ANALISIS SOAL PILIHAN JAMAK atau OUTPUT ANALISIS SOAL URAIAN. setelah dibuka maka hasilnya seperti dibawah dan bisa langsung dicetak di atas kertas.

Perhitungan daya beda menggunakan kelopok atas (KA) dan kelompok bawah (KB), oleh karena itu pengguna harus mengatur dulu persentase KA dan KB. Jika jumlah peserta didik kurang dari 100 maka dikondisikan dalam 50% dan jika jumlah peserta didik lebih dari 100 dikondisikan dalam 27 – 33%.

Selamat mencoba.

Program demo dapat didownload di kolom PUSAT DOWNLOAD dikanan atas blog ini.

daftar bacaan

Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), . Jakarta: Bumi Aksara
Daryanto. 2007. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Ebel and Frisbie. 1991. Essentials of Educational Measurement Fifth Edition. Yew Jersey: Prentice Hall Inc.Hamalik, Oemar. 2006. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara.
Sudijono, Anas. 2008. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sukardi. 2008. Evaluasi Pendidikan: Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara.
Muhamad Khotib. 2011. Modul Penggunaan Simpel PAS. tidak diterbitkan

About these ads

1 Comment

  1. Fisa says:

    Maaf, link download program demonya di mana ya?

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,196 other followers

%d bloggers like this: