Home » Analisis » Tingkat Kesukaran Soal

Tingkat Kesukaran Soal

This slideshow requires JavaScript.

oleh muhamad khotib (alumni pasca tp unila)
Tingkat kesukaran soal atau proporsi jawaban benar adalah jumlah peserta tes yang menjawab dengan benar pada butir soal yang dianalisis dibandingkan dengan jumlah peserta tes seluruhnya (Surapranata, 2004: 12). Butir soal yang banyak dikerjakan dengan benar oleh peserta didik termasuk tipe soal mudah. Sebaliknya soal sulit adalah soal yang dikerjakan dengan benar oleh lebih sedikit peserta didik.

Sedangkan menurut Arikunto (2009: 207) bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya sesuatu soal disebut indeks kesukaran (difficulty index). Indeks kesukaran butir adalah bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya soal. Semakin tinggi indeks kesukaran butir maka soal semakin mudah. Soal yang baik adalah soal tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar. Analisis tingkat kesukaran soal adalah mengkaji soal-soal dari segi kesulitannya sehingga dapat diperoleh soal-soal mana yang termasuk rendah, sedang, dan sukar;
Menurut Witherington dalam Sudijono (2008: 371) dan Arikunto (2009: 207) angka indeks kesukaran butir itu besarnya berkisar antara 0,00 sampai dengan 1,00. Semakin besar angka indeks kesukaran maka soal semakin mudah. Jika seluruh peserta ujian menjawab dengan salah butir tersebut maka soal tersebut sangat sukar dengan angka kesukaran 0,00 dan jika angka kesukaran 1,00 maka soal sangat mudah karena dijawab dengan benar oleh seluruh peserta tes.
Indeks kesukaran butir dapat dihitung dengan formula:

Keterangan
p = indeks kesukaran butir,
B = jumlah responden yang menjawab benar,
JS = jumlah responden seluruhnya.

Menurut Witherington dalam Sudijono (2008: 372) Tingkat kesukaran soal dibedakan dalam tiga kategori yaitu: soal yang memiliki p 0,75 disebut soal terlalu mudah. Sedangkan menurut Thorndike dalam Sudijono (2008: 372) memberikan penafsiran terhadap angka tingkat kesukaran adalah p 0,70 disebut soal terlalu mudah.

Dari dua pendapat di atas penulisan mengambil kesimpulan bahwa tingkat kesukaran soal dibedakan dalam tiga kategori seperti tampak pada tabel 2.1
Tabel 2.2 Klasifikasi Tingkat Kesukaran Soal

Indeks Kesukaran Katagori Soal
Kurang dari 0,25 Terlalu Sukar
0,25 – 0,75 (Cukup) Sedang
Lebih dari 0,750 Terlalu Mudah

About these ads

1 Comment

  1. Dwi Rohmadi says:

    Coba cermati kalimat berikut:
    Menurut Witherington dalam Sudijono (2008: 371) dan Arikunto (2009: 207) angka indeks kesukaran butir itu besarnya berkisar antara 0,00 sampai dengan 1,00. “Semakin besar angka indeks kesukaran maka soal semakin sukar”. Jika seluruh peserta ujian menjawab dengan salah butir tersebut maka soal tersebut sangat sukar dengan angka kesukaran 0,00 dan jika angka kesukaran 1,00 maka soal sangat mudah karena dijawab dengan benar oleh seluruh peserta tes.

    Bukankah semakin besar angka indeks, semakin sulit suatu soal?

    Buat Pak Dwi

    Trima kasih atas koreksinya …..

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,197 other followers

%d bloggers like this: