Simpel PAS

Home » Analisis » Items Response Theory (IRT)

Items Response Theory (IRT)

This slideshow requires JavaScript.

oleh Muhamad Khotib (alumni pasca unila 2011)

Analisis butir soal secara modern yaitu penelaahan butir soal dengan menggunakan Item Response Theory (IRT) atau teori jawaban butir soal. Teori ini merupakan salah satu cara untuk menilai kelayakan butir dengan membandingkan rerata penampilan butir terhadap tampilan bukti kemampuan kelompok yang diramalkan oleh model. Tujuan utama teori respons butir dikembangkan adalah untuk mengatasi kelemahan teori tes klasik yang tidak independent terhadap kelompok peserta yang mengerjakan tes maupun terhadap tes yang diujikan. Menurut Hambleton dan Swaminathan dalam Depdiknas (2007: 19) menyatakan bahwa tujuan utama IRT adalah memberikan kesamaan antara statistik soal dan estimasi kemampuan peserta didik.

Bagian penting dari teori respons butir adalah probabilitas jawaban benar peserta tes, parameter butir dan parameter peserta tes dihubungkan melalui suatu fungsi matematik atau model formula matematik. Dalam formula ini, nilai kemungkinan peserta tes menjawab soal dipahami sebagai fungsi logistik perbedaan parameter yang dimasukkan ke dalam model. Nama lain IRT adalah Latent Trait Theory (LTT), atau Characteristics Curve Theory (ICC) (Depdiknas, 2010: 17).

Kelebihan Analisis IRT adalah bahwa: (1) IRT tidak berdasarkan grup dependent, (2) skor peserta didik dideskripsikan bukan test dependent, (3) model ini menekankan pada tingkat butir soal bukan tes, (4) IRT tidak memerlukan paralel tes untuk menentukan relilabilitas tes, (5) IRT suatu model yang memerlukan suatu pengukuran ketepatan untuk setiap skor tingkat kemampuan.

IRT merupakan hubungan antara probabilitas jawaban suatu butir soal yang benar dan kemampuan peserta didik atau tingkatan/ level prestasi peserta didik. Namun kelemahan bekerja dengan model IRT adalah bekerja melalui suatu proses yang sulit karena kelebihan IRT adalah: (1) tanpa varian pada parameter butir soal, (2) tanpa varian pada parameter abilitas, (3) adanya ketepatan pada pengukuran lokal, (Bejar dalam Depdiknas, 2010: 20).

Ada empat macam model IRT (1) Model satu parameter (Model Rasch), yaitu untuk menganalisis data yang hanya menitikberatkan pada parameter tingkat kesukaran coal. (2) Model dua paremeter, yaitu untuk menganalisis data yang hanya menitikberatkan pada parameter tingkat kesukaran dan daya pembeda soal. (3) Model tiga parameter, yaitu untuk menganalisis data yang menitikberatkan pada parameter tingkat kesukaran soal, daya pembeda soal, dan menebak (guessing). (4) Model empat parameter, yaitu untuk menganalisis data yang menitikberatkan pada parameter tingkat kesukaran soal, daya beda soal, menebak, dan penyebab lain (Hambleton dalam Depdiknas, 2010: 18).


Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: