Simpel PAS

Home » Borg and Gall » Tahap Perancangan Awal SIMPEL PAS

Tahap Perancangan Awal SIMPEL PAS

This slideshow requires JavaScript.

oleh Muhamad Khotib, M.Pd. (Gupres 2011 dari Provinsi Lampung)

Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa program analisis soal berbasis komputer. Produk utama berupa program Simpel PAS, dan dua produk pendukung berupa petunjuk penggunaan program dan tutorial penggunaan program dalam bentuk animasi. Maka perancangan produk awal ini meliputi ketiga produk tersebut.

Secara umum ketiga produk tersebut menggunakan metode yang berbeda dan alat bantu yang berbeda. Program Simpel PAS dikembangkan dengan bantuan software Microsoft Excel 2007 dan CorellDraw 14. Petunjuk penggunaan program dibuat dengan menggunakan software Microsoft Word 2007 dan CorellDraw 14. Sedangkan tutorial program dibuat dengan menggunakan software Camtasia 7 dan CorellDraw 14.

Simpel PAS merupakan sebuah sistem yang terdiri-dari subsistem-subsistem yang bekerja secara berurutan dan real time. Setiap bagian pada sistem tersebut saling berhubungan dan saling ketergantungan. output dari subsistem akan menjadi input pada subsistem lain. Perancangan produk simpel PAS di adaptasi berdasarkan sistem life cycle (SCL)  yang dikemukakan oleh McLeod and Shell (2004: 133).

SLC

Gambar 4.1    Empat Tahapan Pengembangan Siklus Hidup Sistem

untuk Merancang Produk Simpel PAS

Tahapan perancangan program Simpel PAS terdiri dari 4 langkah, yaitu:  (1) perencanaan (2) analisis (3) rancangan dan (4) penerapan yang diadaptasi dari model perancangan sistem life cycle. Empat langkah perancangan program merupakan sebuah langkah siklis yang dilakukan dalam beberapa kali siklus atau mungkin berpuluh kali untuk merancang sistem maupun subsistem sampai diperoleh kondisi logika dan program yang diharapkan dilihat dari input dan output.

Selanjutnya secara rinci dipaparkan proses perancangan produk berupa program Simpel PAS secara rinci, mulai tahapan perencanaan, tahapan analisis, tahapan perancangan dan tahapan penerapan dan penggunaan. Pada prakteknya perancangan menggunakan metode SLC dilakukan berulang-ulang secara terus menerus sampai diperoleh sebuah kondisi dan tujuan yang ditetapkan.

1.        Tahapan Perencanaan

Tahapan perencanaan adalah langkah menterjemahkan kebutuhan pengguna ke dalam spesifikasi kebutuhan sistem (SRS – System/ Software Requirement Spesification). Spesifikasi kebutuhan sistem ini bersifat menangkap semua yang dibutuhkan sistem dan dapat terus diperbaharui secara iterative (berulang) selama berjalannya proses pengembangan sistem.

Secara umum kebutuhan akan sebuah program analisis soal berbasis komputer dibahas secara lengkap dan detil pada tahap pertama yaitu perencanaan. Tetapi dalam setiap subsistem yang dibangun penilaian kebutuhan yang diperlukan sistem tersebut merupakan kebutuhan yang sangat penting. Setiap sistem atau subsistem mempunyai alur yang sama, yaitu input, proses dan output. Output dari suatu subsistem akan menjadi input bagi sistem selanjutnya.

Dari penilaian kebutuhan diperoleh bahwa pendidik sangat memerlukan sebuah program analisis berbasis komputer yang mudah digunakan dan mampu memenuhi kebutuhan pendidik dalam melakukan analisis. Pada konteks ini perancangan dan pengembangan produk harus mempertimbangkan input, proses dan output dari program tersebut.

2.        Tahapan Analisis

Analisa sistem yang terdapat pada penelitian ini yaitu masalah analisis soal dari mulai awal hingga akhir sampai dengan laporan-laporan hasil analisis yang berhubungan dengan soal, ketercapaian kompetensi, daya serap, tingkat kesukaran, daya beda, efektivitas option, reliabilitas dan validitas. Karena produk ini merupakan sistem, maka tahapan analisis yang dilakukan adalah tahapan analisis sistem yang berkaitan dengan komponen sistem seperti yang pernah dibahas sebelumnya.

Tahapan analisis meliputi analisis terhadap input, analisis terhadap proses dan analisis terhadap output. Keseluruhan hasil analisis ini akan dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan bagian-bagian dari produk yang akan dibuat.

a.        Analisis Input

Analisis input adalah analisis yang dilakukan terhadap data yang dibutuhkan oleh program sebagai  bahan dasar pengolahan. Input dari program ini adalah data-data yang berhubungan dengan sekolah, pendidikan, mata pelajaran dan skor nilai atau jawaban. Secara lebih terperinci hasil analisis input yang dibutuhkan program yang berasal dari penilaian kebutuhan adalah sebagai berikut:

1.        Data Sekolah

Data sekolah meliputi nama sekolah, nomor induk sekolah, nama kepala sekolah, nomor induk kepala sekolah, alamat dan lainnya, yang akan digunakan untuk seluruh form dan hasil output dari program ini. Data ini juga berfungsi sebagai salah satu aspek dalam pemberian nomor aktivasi program.

 2.        Data Pendidik

Data pendidik meliputi nama pendidik, nomor induk pegawai dan alamat. Data pendidik harus dimasukkan kedalam program agar hasil output lengkap. Data ini merupakan data pengguna dari program sehingga akan menjelaskan secara realitas bahwa program tersebut digunakan oleh pendidik tersebut. Data ini juga merupakan salah satu aspek yang digunakan dalam aktivasi program.

 3.        Data Mata Pelajaran

Data mata pelajaran diperlukan untuk identitas mata pelajaran yang akan dianalisis. Data ini meliputi nama mata pelajaran, kelas, semester, tahun pelajaran, nama tes, tanggal tes, tanggal periksa dan nilai ketuntasan minimal. Data mata pelajaran sekaligus juga sebagai data yang mengukur ketuntasan dari evaluasi yang akan digunakan.

 4.        Data Indikator Penilaian

Data indikator diperoleh dari kisi-kisi butir soal yang diujikan. Data ini meliputi data indikator setiap butir soal yang diujikan dan data standar kompetensi atau kompetensi dasar sebagai klasifikasi penggolongan data indikator butir soal.  Data indikator mencakup soal pilihan jamak dan soal uraian. Proses analisis daya serap dan analisis ketuntasan KD akan sangat bergantung pada ada tidaknya data indikator.

5.        Data Peserta Didik

Data peserta didik minimal meliputi nama peserta didik dan nomor induk peserta. Data merupakan data peserta didik yang akan dianalisis jawaban soalnya dengan analisis soal. Data mencakup keseluruhan peserta didik yang menggunakan soal yang diujikan atau hanya per kelas paralel.

 6.        Data Jawaban Soal Pilihan Jamak Peserta Didik

Data jawaban terdiri dari dua bagian, yaitu kunci jawaban dan jawaban peserta didik untuk setiap butir soal yang diujikan. Data selanjutnya yang benar-benar diproses dalam perhitungan dan proses analisis. Data jawaban pilihan jamak merupakan data berbentuk huruf A,B,C,D atau E sebagai pilihan jawaban.

 7.        Data Jawaban Soal Uraian Peserta Didik

Data jawaban soal uraian berbentuk skor dari tiap butir soal.  Data ini juga terdiri dari dua bagian yaitu skor kunci dan skor jawaban uraian untuk masing-masing peserta didik.

b.        Analisa Output

 Output merupakan kebutuhan atau produk yang diharapkan dapat dikerjakan oleh program. Output dari program Simpel PAS merupakan daftar kebutuhan pendidik dalam meretas pekerjaannya menganalisis soal. Analisis output merupakan proses menentukan apa saja yang dibutuhkan oleh pendidik dalam melakukan analisis. Output ini pada akhirnya merupakan hasil akhir dari proses input yang dilakukan oleh program.

Hasil analisis output yang dibutuhkan oleh pendidik dalam melakukan analisis soal adalah sebagai berikut:

1.         Tabulasi Data Jawaban Soal Pilihan Jamak

Data ini merupakan data hasil pengkodean dan penilaian jawaban peserta didik berupa angka 1 jika peserta didik menjawab dengan benar dan angka 0 jika pendidikan menjawab dengan salah pada soal yang diujikan.

2.         Daftar Nilai Soal Pilihan Jamak

Daftar ini berisi informasi tentang:

Bagian kop berisi: nama sekolah, jumlah peserta, nama tes, jumlah peserta tuntas, kelas, nilai rata-rata, mata pelajaran, nilai tertinggi, nilai KKM, nilai terendah, nama pendidik, standar deviasi,         NIP pendidik, dan rentang nilai.
Bagian tabel berisi: nomor urut peserta didik, nama peserta didik, rincian jawaban benar, jumlah benar, nilai, peringkat, dan ketuntasan

 3.         Daya Serap Soal Pilihan Jamak

Daftar ini berisi informasi tentang:

Bagian kop berisi: nama sekolah,  jumlah butir soal, nama tes, jumlah butir soal yg tuntas, kelas,  rata-rata daya serap, mata pelajaran, daya serap tertinggi, target ketuntasan, daya serap terendah, nama pendidik, standar deviasi daya serap, NIP pendidik, dan rentang daya serap
Bagian tabel berisi: nomor urut, rumusan KD, persentase daya serap, peringkat, keterangan

4.         Data Ketuntasan tiap KD Soal Pilihan Jamak

Daftar ini berisi informasi tentang:

Bagian kop berisi: nama sekolah, jumlah KD, nama tes, skor rata-rata KD, kelas, skor KD tertinggi, mata pelajaran, skor KD terendah, nama pendidik, dan rentang skor KD.
Bagian tabel berisi: nomor urut, nama peserta didik, skor masing-masing KD, data nomor butir soal masing-masing KD yang dijawab benar.

  • 5.         Analisis Butir Soal Pilihan Jamak

Daftar ini berisi informasi tentang:

Bagian kop berisi:  nama sekolah, semester, nama tes, tahun pelajaran, mata pelajaran, tanggal tes, kelas, tanggal periksa, nama pendidik, persentase KA dan KB, dan NIP pendidik.
Bagian tabel berisi, nomor butir soal, pilihan jawaban, kunci jawaban, jumlah kelompok atas yang menjawab benar, jumlah kelompok bawah yang menjawab benar, sebaran jawaban, analisis pengecoh, tingkat kesukaran butir soal, dan saya beda butir soal.

  • 6.         Analisis Reliabilitas Soal Pilihan Jamak

Simpel PAS menyajikan tiga model analisis reliabilitas, yaitu : analisis dengan Kuder Richarson 20 (KR-20),  analisis dengan Kuder Richardson 21 (KR-21) dan analisis spearman-brown menggunakan product-moment. Secara garis besar ketika model menyajikan informasi dalam tiga bagian. Bagian pertama menyajikan tabulasi data, bagian kedua menyajikan proses perhitungan koefisien reliabilitas dan bagian ketiga menyajikan kesimpulan hasil analisis.

7.         Analisis Validitas Butir Soal Pilihan Jamak

Daftar ini berisi informasi tentang:

Bagian kop berisi: nama sekolah, jumlah peserta,  nama tes, jumlah soal, mata pelajaran, rata-rata, kelas, dan standar deviasi.
Bagian tabel berisi: nomor butir soal, koefisien korelasi, kategori validitas, dan komentar.

  • 8.         Analisis Validitas Keseluruhan Soal Pilihan Jamak

Data informasi ini berisi perhitungan korelasi skor tes dengan skor dari kriterium pembanding dan kesimpulan. Link ke menu pengisian skor pembanding disediakan pada menu.

9.         Daftar Nilai Soal Uraian

Daftar ini berisi informasi tentang:

Bagian kop berisi: nama sekolah, jumlah peserta, nama tes, jumlah peserta tuntas, kelas, nilai rata-rata, mata pelajaran, nilai tertinggi, nilai KKM, nilai terendah, nama pendidik, standar deviasi,         NIP pendidik dan rentang nilai.
Bagian tabel berisi: nomor urut peserta didik, nama peserta didik, rincian skor jawaban masing-masing butir soal, jumlah skor, nilai, peringkat, dan ketuntasan.

10.     Daya Serap Soal Uraian

Daftar ini berisi informasi tentang:

Bagian kop berisi: nama sekolah, jumlah butir soal, nama tes, jumlah butir soal yg tuntas, kelas, rata-rata daya serap, mata pelajaran, daya serap tertinggi, target ketuntasan, daya serap terendah, nama pendidik, standar deviasi daya serap, NIP pendidik dan rentang daya serap.
Bagian tabel berisi: nomor urut, rumusan KD, persentase daya serap, peringkat, keterangan.

11.     Data Ketuntasan tiap KD Soal Uraian

Daftar ini berisi informasi tentang:

Bagian kop berisi: nama sekolah, jumlah KD, nama tes, skor rata-rata KD, kelas, skor KD tertinggi, mata pelajaran, skor KD terendah, nama pendidik, rentang skor KD.
Bagian tabel berisi: nomor urut, nama peserta didik, skor masing-masing KD.

12.     Analisis Butir Soal Uraian

Daftar ini berisi informasi tentang:

Bagian kop berisi: nama sekolah, semester, nama tes, tahun pelajaran, mata pelajaran, tanggal tes, kelas, tanggal periksa, nama pendidik, persentase KA/ KB, NIP pendidik.
Bagian tabel berisi: nomor butir soal, rata-rata butir soal, skor maksimum, rata-rata skor kelompok atas, rata-rata skor kelompok bawah, tingkat kesukaran butir soal, daya beda butir soal, kualitas butir soal.

13.     Analisis Reliabilitas Soal Uraian

Penyajian data informasi hasil analisis reliabilitas soal uraian dihitung menggunakan rumus alpha. Penyajian informasi terdiri dari empat bagian, yaitu: tabulasi data, menghitung varian total, menghitung koefisien reliabilitas dan kesimpulan hasil analisis.

14.     Analisis Validitas Butir Soal Uraian

Daftar ini berisi informasi tentang:

Bagian kop berisi: nama sekolah, jumlah peserta, nama tes, jumlah soal, mata pelajaran, rata-rata, kelas, standar deviasi.
Bagian tabel berisi: nomor butir soal, koefisien korelasi, kategori validitas, komentar.

15.     Daftar Nilai Gabungan Soal Pilihan Jamak dan Soal Uraian

Daftar ini berisi informasi tentang:

Bagian kop berisi: nama sekolah, jumlah peserta, kelas, mata pelajaran, nilai KKM, nama pendidik,  NIP pendidik, nama tes, jumlah peserta tuntas, nilai rata-rata, nilai tertinggi, nilai terendah, standar deviasi, rentang nilai.
Bagian tabel berisi: nomor urut peserta didik, nama peserta didik, skor soal pilihan jamak, skor soal uraian, nilai total, peringkat, ketuntasan.

16.     Ikhtisar Analisis Soal Pilihan Jamak dan Soal Uraian

Ikhtisar analisis soal berisi informasi seluruh hasil analisis yang dilakukan oleh simpel PAS. Data informasi ini berisi tentang : nama tes, mata pelajaran, kelas, tahun ajaran, semester, tanggal tes, tanggal periksa, jumlah peserta, jumlah soal, jumlah peserta tuntas, nilai KKM, ketuntasan klasika, nilai rata-rata, nilai tertinggi, nilai terendah, standar deviasi, jumlah KD, rerata skor KD, rerata KD tertinggi, rerata KD terendah, daya serap KD, tingkat kesukaran, daya beda, kualitas soal, koefisien reliabilitas, validitas butir soal dan validitas keseluruhan.

17.     Kisi-kisi Soal Pilihan Jamak dan Soal Uraian

Data informasi kisi-kisi soal berisi informasi singkat tentang standar kompetensi atau kompetensi dasar, indikator soal, nomor soal dan kunci jawaban.

  • 18.     Jilid Laporan

Data informasi ini disediakan untuk membantu pendidik dalam penyelesaian akhir proses analisis soal yang dilakukan. Ada tiga bagian informasi yang disediakan yaitu sampul laporan, kata pengantar dan daftar isi.

19.     Daftar Referensi

Data informasi referensi berisi informasi-informasi dan kajian pustaka yang dikembangkan untuk melandasi proses perhitungan dan analisis yang dilakukan oleh simpel PAS. Informasi ini bisa dijadikan data awal untuk menelusuri landasan teori yang digunakan oleh program atau untuk pembuatan laporan analisis.

20.     Grafik Hasil Analisis

Data hasil analisis terkadang perlu ditampilkan dalam bentuk grafik hasil analisis. Grafik ini berbentuk tabung dan bulat untuk menampilkan hasil analisis tiap butir soal dan grafik bulat untuk menampilkan hasil analisis secara keseluruhan.

21.     Penuntasan Pembelajaran

Data ini berisi format pembelajaran remediasi dan pengayaan. Pembelajaran remediasi memberikan rekomendasi untuk mengadakan pembelajaran ulang terhadap peserta didik yang belum tuntas pada KD yang belum tuntas dan kepada yang sudah tuntas maka direkomendasikan untuk mengikuti pembelajaran pengayaan.

c.         Analisa Proses

Setelah menentukan input dan output yang berkaitan dengan program. Maka langkah selanjutnya menganalisis apa yang harus dilakukan oleh program akan input yang ada dapat diproses atau diolah sehingga menjadi output yang diharapkan yang menjadi tujuan dari pengembangan program ini.

Analisa proses merupakan bagian dari tahapan analisis pada perancangan siklus hidup sistem simpel PAS yang diadaptasi dari model siklus hidup sistem. Siklus hidup sistem Simpel PAS dibangun oleh rumus dan fungsi excel serta dihubungkan dengan menggunakan fasilitas link antar form, link antar cell, dan link antara form dengan cell. Rumus dan fungsi yang dibangun menjadikan Simpel PAS, memiliki kemampuan untuk melakukan proses perhitungan, pengelompokan, pengambilan keputusan dan mengantisipasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh user, merespon setiap stimulus yang diberikan oleh user sehingga pada akhirnya proses berjalan sesuai dengan prosedur yang seharusnya.

Simpel PAS merupakan sebuah sistem analisis soal yang terdiri dari beberapa subsistem. Secara garis besar Simpel PAS memiliki 3 (tiga) subsistem, yaitu sistem input, sistem proses dan sistem output. Ketiga subsistem memiliki tugas dan karakteristik yang berbeda.

Pertama sistem input bertugas untuk menerima dapat manual dari proses input yang dilakukan oleh pengguna. Sistem ini harus mampu mengadaptasi dan mengantisipasi kesalahan proses output dan membatasi ruang agar pengguna bisa dengan mudah memasukan data. Sistem ini harus dilengkapi dengan desain pesan yang memadai untuk memberikan petunjuk dan keterangan apa yang harus dan tidak boleh dilakukan oleh pengguna.

Sistem input bertugas untuk melayani data input yang merupakan hasil analisis input di atas.  Menurut analisis input ada 7 data yang dipadukankedalam program, yaitu: data sekolah, data pendidik, data mata pelajaran, data indikator soal, data peserta didik, data jawaban soal pilihan jamak dan data jawaban soal uraian.

Terdapat tujuh data pada sistem input dikelola oleh 5 bagian, yaitu bagian aktivasi program berisi data sekolah, data pendidik dan data mata pelajaran, bagian input peserta didik berisi data peserta didik, bagian input indikator soal berisi data indikator soal, bagian jawaban pilihan jamak berisi data rincian soal jawaban pilihan jamak, bagian uraian berisi data rincian jawaban soal uraian. Lengkap mengenai sistem input ada pada tabel 4.1.

Tabel  4.1 Data Subsistem Input

No.

Nama Subsistem

Tugas

1

Sistem aktivasi program Mengaktifkan program dan menerima data sekolah, data pendidik dan data mata pelajaran

2

Sistem input peserta didik Menerima data peserta didik dan mengatur pembagian kelas

3

Sistem input indikator penilaian Menerima data indikator standar kompetensi, indikator soal pilihan jamak, indikator soal uraian dan pengaturan setiap butir soal termasuk kompetensi dasar yang mana.

4

Sistem input jawaban pilihan jamak Menerima dan mengatur data rincian kunci jawaban dan rincian jawaban masing-masing peserta didik untuk soal pilihan jamak.

5

Sistem input jawaban uraian Menerima dan mengatur data rincian skor kunci jawaban dan rincian skor masing-masing peserta didik untuk soal pilihan uraian.

Kedua adalah sistem output bertugas untuk menampilkan data hasil sistem proses. Menurut analisis output ada 21 data yang diharapkan bisa produksi dengan bantuan program Simpel PAS. Sistem output berfungsi mengkomunikasikan hasil proses yang dikerjakan oleh program agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh pengguna. Program didesain agar pengguna dengan mudah mengakses hasil yang dikerjakan program. Sistem ini dilengkapi dengan fasilitas petunjuk untuk menginterpretasikan data hasil analisis dan bagaimana mengeluarkan dan mencetak data tersebut. Secara lengkap mengenai nama-nama sistem input ditampilkan pada tabel 4.2.

Tabel  4.2 Data Subsistem Output

No.

Nama Subsistem

1.

Tabulasi data jawaban soal pilihan jamak

2.

Daftar nilai soal pilihan jamak

3.

Daya serap soal pilihan jamak

4.

Data Ketuntasan tiap KD Soal Pilihan Jamak

5.

Analisis tingkat kesukaran butir soal pilihan jamak

6.

Analisis daya beda butir soal pilihan jamak

7.

Analisis efektivitas pengecoh butir soal pilihan jamak

8.

Analisis reliabilitas soal pilihan jamak

9.

Analisis validitas butir soal pilihan jamak

10.

Analisis validitas keseluruhan soal pilihan jamak

11.

Daftar nilai soal uraian

12.

Daya serap soal uraian

13.

Data Ketuntasan tiap KD Soal Uraian

14.

Analisis butir soal uraian

15.

Analisis reliabilitas soal uraian

16.

Analisis validitas butir soal uraian

17.

Daftar nilai gabungan soal pilihan jamak dan soal uraian

18.

Ikhtisar analisis soal pilihan jamak dan soal uraian

19.

Kisi-kisi soal pilihan jamak dan soal uraian

20.

Jilid laporan

21.

Daftar referensi

22.

Grafik hasil analisis

23.

Penuntasan belajar (Remediasi dan Pengayaan)

Ketiga adalah sistem proses bertanggungjawab melakukan proses perhitungan dan proses analisis yang dilakukan oleh Simpel PAS. Ada dua macam subsistem dalam sistem proses, yaitu sistem proses soal pilihan jamak dan sistem proses soal uraian. Dua bagian ini memiliki keterkaitan baik pada tahapan input maupun tahapan output. Secara rinci mengenai data sistem proses ditampilkan pada tabel 4.3.

Tabel  4.3 Data Subsistem Proses

No.

Nama Subsistem

Tugas

1

Sistem Perhitungan Soal Pilihan Jamak Melakukan seluruh perhitungan, pengelompokan, penyimpulan dan analisis soal pilihan jamak

2

Sistem Perhitungan Soal Pilihan Jamak Melakukan seluruh perhitungan, pengelompokan, penyimpulan dan analisis soal uraian

Masing-masing subsistem dari sistem proses selanjutnya dirancang prosedur proses yang harus dilakukan agar semua perhitungan dan analisis berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Proses dimulai dari input data yang berasal dari sistem input. Kemudian data dari sistem input diproses mulai dari pengkodean, perhitungan nilai dan pengurutan data. Dilanjutkan dengan proses analisis sampai menjadi informasi yang diharapkan.

Arus aliran data mulai dari data awal sampai menjadi data akhir digambar secara terperinci sistem proses  yang dilakukan pada soal pilihan jamak dipaparkan pada gambar 4.2.

bagan kerja PJ

Gambar 4.2 Bagan kerja sistem proses pada soal pilihan jamak

Pada bagian kedua sistem proses untuk soal uraian agak berbeda dengan proses yang dilakukan untuk soal pilihan jamak. Pada soal uraian tidak dilakukan pengkodean tetapi langsung diadakan proses perhitungan nilai, pengelompokkan dan analisis. Proses lengkap mengenai perhitungan, pengelompokan dan analisis yang dilakukan pada soal uraian dipaparkan pada gambar 4.3.

 bagan kerja Uraian

Gambar 4.3 Bagan kerja sistem proses pada soal uraian

Rumus dan fungsi yang dibuat untuk membangun sistem dan subsistem ditempatkan pada form perhitungan dan seluruh form yang ada. Karena simpel PAS merupakan sebuah sistem maka seluruh form saling berhubungan dan saling ketergantungan. Keterhubungan sistem yang dibangun menggunakan hyperlink dan penggunaan fungsi lookup untuk pengambilan data dari tabel pada sheet yang berbeda.

Bagan keterhubungan masing-masing subsistem diatas dapat ditampilkan pada gambar 4.4.  Pada sistem input terdiri dari dua subsistem, yaitu sistem master dan sistem input data. Sistem master terhubung ke sistem proses bagian pilihan jamak dan bagian uraian. Sedangkan sistem input ada yang terhubung ke sistem proses bagian pilihan dan uraian, ada juga yang terhubung hanya ke bagian pilihan jamak saja atau ke bagian uraian saja.

Input jawaban pilihan jamak dan kriterium hanya terhubung ke sistem proses bagian pilihan jamak sedangkan input jawaban uraian juga hanya terhubung ke sistem proses uraian saja. input jawaban merupakan data utama yang diproses oleh sistem proses sampai menjadi informasi analisis yang berguna.

bagan keterhubungan

Gambar 4.4 Bagan keterhubungan sistem utama

3.        Tahapan Perancangan

Sebagaimana dipaparkan di atas perancangan adalah pembuatan sheet atau lembar kerja yang dipersiapkan sebagai sebuah form yang mampu bekerja sebagai sebuah sistem dan subsistem yang membangun sistem secara keseluruhan. Ada empat bagian yang harus dikerjakan dalam merancang dan mengembangkan sheet.

a.        PenyiapanSheet

Berdasarkan analisis input, analisis output dan analisis proses serta penilaian kebutuhan program maka perlu disiapkan sheet yang akan digunakan. Sheet ini akan berfungsi lembar kerja sebagai tempat penyimpanan perintah program dan data. Jumlah sheet untuk dibutuhkan untuk membangun sistem dengan minimal 37 sheet. Ada empat jenis sheet yang digunakan pada program Simpel PAS yaitu: master, input, output, dan perhitungan.

Pertama sheet master berfungsi sebagai sheet utama untuk membangun form utama yang akan digunakan sebagai menu utama dari program. Ada tiga sheet yang termasuk pada sheet utama, sheet menu, sheet kode dan sheet pesan. Sheet master digunakan untuk menu utama sebagai tempat front off program, perhitungan kode aktivasi sebagai penyediaan kode aktivasi program dan reproduksi pesan sebagai pembuat pesan yang dikeluarkan oleh program.

Kedua sheet input berfungsi sebagai sheet untuk melakukan proses pemasukan data manual kedalam komputer. Sheet terdiri dari 5 buah sheet, yaitu skl untuk memasukan data sekolah, data pendidik, data indikator, data mata pelajaran, jawaban pilihan jamak dan jawaban uraian.

Ketiga sheet perhitungan berfungsi sebagai sheet untuk menempatkan fungsi dan rumus yang digunakan dan bekerja untuk membangun sistem. sheet  ini terdiri dua buah sheet, yaitu sheet perhitungan soal uraian dan sheet perhitungan soal pilihan jamak.

Keempat sheet output berfungsi sebagai sheet untuk menampilkan hasil proses perhitungan dan analisis yang dilakukan oleh program agar mampu dikomunikasikan dengan pengguna. sheet ini berjumlah 27 buah sheet yang terdiri dari output untuk soal pilihan jamak, output untuk soal uraian, output untuk soal gabungan pilihan jamak dan soal uraian serta untuk menampilkan fasilitas tambahan yang diberikan oleh program.

Secara rinci mengenai sheet yang dibutuhkan tercantum pada tabel 4.4 dan secara lengkap berkaitan dengan sheet dan kegunaan masing-masing sheet dipaparkan pada lampiran 17 halaman 289.

Tabel  4.4 Daftar Sheet Simpel PAS

No.

Jenis Form

Sheet

Rincian Form

Jumlah Sheets

1

Master Sheet1, sheet28, sheet29 Menu, kode dan pesan

3

2

Input Sheet2, sheet3, sheet4, sheet5, sheet7 Skl , peserta jawaban_pj, jawaban_ur, kompetensi

5

3

Perhitungan Sheet6, sheet19 Proses_pj dan proses_ur

2

4

Output

Sheet11, sheet12, sheet13, sheet22, sheet23, sheet10, sheet24, sheet9, sheet14, sheet15, sheet16, sheet17, sheet18, sheet8, sheet20, sheet26, sheet30, sheet25, sheet21, sheet27, sheet35, sheet36, sheet31, sheet32, sheet33, sheet34, sheet37,

Pj_tuntas, pj_butir_soal, pj_tabulasi, pj_valid, pj_valid_all, pj_serap, pj_reliabel, pj_danil, ur_valid, ur_sk, ur_butir, ur_serap, ur_danil, ur_reliabilitas, kriterium, kisi-kisi, referensi, jilid, gabung, ikhtisar, pj_remedial, ur_remedial, batang_pj, batang_ur, member, pie_pj, pie_ur,

27

Selanjutnya sheet yang disediakan tersebut didesain dan dikembangkan untuk masing-masing form. Pada akhirnya form ini akan berfungsi sebagai tempat penyimpanan rumus dan fungsi yang membangun sistem ini. Disamping rumus dan fungsi juga sebagai tempat menyimpan data input dan informasi output.

b.        Pembuatan Rumus dan Fungsi

Pembuatan rumus dan fungsi dilakukan berdasarkan hasil tahapan analisis input, analisis output dan analisis proses. Kebutuhan akan sebuah rumus dan fungsi merupakan langkah agar program berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Selanjutnya akan diuraikan secara singkat pembuatan rumus dan fungsi berdasarkan sistem dan subsistem yang dibutuhkan.

Semua rumus dan fungsi yang dibangun merupakan rumus dan fungsi dasar dengan formulasi yang dibangun secara khusus. Secara umum fungsi yang dibangun terdiri dari dua hal, yaitu antisipasi kondisi (kesalahan, data null, logika keterbatasan) dan prosedur perhitungan. Antisipasi kondisi adalah sebuah langkah yang dibuat oleh sistem untuk melakukan proses ke kondisi aman untuk sistem agar proses logika program tidak melakukan kesalahan hitung atau proses berhenti. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar program tidak menampilkan pesan kesalahan proses pada output yang ditampilkan.

Beberapa pesan kesalahan proses perhitungan dan proses analisis yang sering muncul yang ditampilkan komputer karena berbagai kondisi perhitungan dan data yang dimasukkan kedalam program terlampir dalam tabel 4.5.

Tabel  4.5 Tabel Pesan Kesalahan Hitung

No.

Pesan Error

Keterangan

1

#NULL!

Tidak ada interseksi atau irisan

2

#DIV/0!

rumus mengandung pembagi yang bernilai nol atau kosong

3

#value

rumus berisi suatu jenis argumentasi

yang salah.

4

#VALUE!

Salah menggunakan jenis argumen atau operan

5

#REF!

Penggunaan cell yang tidak sah

6

#NAME?

Rumus mengandung nama yng bukan fungsi atau nama yang salah

7

#NUM!

Rumus atau fungsi mengandung nilai numerik yang salah

8

#N/A

Tidak ada nilai yang tersedia

9

#######

nilai klasifikasi yang masuk ke suatu sel terlalu lebar melebihi lebar kolom

 

1.         Rumus dan Fungsi pada Sistem Input

Sistem input terdiri dari form master dan form input. Secara keseluruhan ada 7 form yang termasuk dalam sistem input. Kita akan membahas secara singkat pembuatan rumus dan fungsi pada sistem input. Rumus dan fungsi lengkap yang dibuat untuk membangun sistem input terperinci secara lengkap pada lampiran 17 halaman 289.

Rumus dan fungsi pada sistem input berfungsi untuk menampilkan informasi mengenai data yang dimasukkan kedalam sistem. Misalnya jumlah soal, jumlah indikator atau jumlah peserta didik.

Contoh :  =IF(C17=””,””,LEN(D17))

Fungsi ini berfungsi untuk menghitung panjang teks yang ada di cell D17 jika C17 tidak bernilai kosong. Secara spesifik digunakan untuk menghitung panjang dari jawaban soal pilihan jamak. Digunakan untuk menghitung banyaknya jawaban atau kunci jawaban soal pilihan jamak.

Contoh rumus diatas kalau diamati mempunyai dua bagian utama, yaitu antisipasi kondisi dan perhitungannya. IF(C17=””,””, … ) mengandung arti bahwa kalau memasukan data bernilai null atau data kosong maka prosesnya akan berhenti pada nilai kosong dan proses tidak diteruskan.

Jadi secara umum rumus yang dibangun mempunyai karakteristik fungsi (antisipasi kondisi, rumus). Setidaknya ada 7 (tujuh) fungsi utama yang dikembangkan pada sistem input. Hasil dari pengembangan rumus dan fungsi selengkapnya diuraikan pada lampiran 18 halaman 312.

2.         Rumus dan Fungsi pada Sistem Proses

Sistem proses merupakan bagian utama dari subsistem yang membangun sistem Simpel PAS. Sistem ini bertugas mengolah seluruh proses yang dijalankan oleh Simpel PAS. Sistem proses memiliki dua bagian sistem yang berfungsi sama yaitu melakukan perhitungan data yang diberikan oleh sistem input. Bagian pertama melakukan proses perhitungan untuk soal pilihan jamak dan bagian melakukan proses perhitungan untuk soal uraian.

Dalam program ini bagian proses merupakan bagian utama dan bagian terpenting yang membangun sistem. Pembangunan rumus dan fungsi merupakan daftar pekerjaan yang harus dilakukan dalam mentransformasi data input sehingga menjadi informasi yang berguna untuk dikomunikasikan oleh sistem output kepada pengguna.

Hampir sama dengan fungsi yang dikembangkan untuk sistem input, karakteristik fungsi sistem proses terdiri dari dua bagian yaitu: antisipasi kondisi data input dan rumus perhitungan. Hampir keseluruhan rumus yang dikembangkan menggunakan logika dasar perhitungan aritmatika dasar tidak menggunakan fungsi yang disediakan oleh excel. Sebagai contoh  untuk menghitung nilai rata-rata, excel menyediakan fungsi average (number1,number2, …). Tetapi program Simpel PAS menggunakan konsep rumus aritmatika  dasar perhitungan nilai rata-rata yaitu jumlah semua data dibagi banyaknya data dalam excel ditulis (rata-rata=sum(number1,number2, …)/ count(number1,number2, …).

Setidaknya ada 60 fungsi utama yang dikembangkan pada sistem proses, semua diuraikan pada lampiran 18 halaman 312. Sebagai gambaran umum disajikan beberapa contoh fungsi yang telah dikembangkan pada system proses.

  1. OQ235 =IF(OQ234=””,””,IF(OQ234<=0.3,”Sukar”,IF(AND(OQ234> 0.3,OQ234<=0.7),”Sedang”,IF(AND(OQ234>0.7,OQ234<=1),”Mudah”,”invalid”))))

Keterangan :

  • OQ234 berisi nilai tingkat kesukaran butir soal nomor 1.
    • Kegunaan    :    Mengklasifikasi tingkat kesukaran butir soal .
    • hasil             :    sukar, sedang atau mudah serta invalid
  1. C51=IF(A51=0,””,VLOOKUP(A51,Jawaban_PJ,3))

Keterangan :

  • A51 berisi nomor soal
  • Jawaban_PJ berisi tabel rincian jawaban peserta didik pada soal pilihan jamak
  • Rumus terletak pada subsistem pengkodean yang berjumlah 350 buah.
    • Kegunaan    :    Mengambil teks yang ada pada kolom yang ketiga pada tabel jawaban_PJ sesuai dengan kode A51.
    • hasil             :    ABABABADAEADEEEAD
  1. QU51=IF(OR(QT51>Jumlah_Peserta,COUNTIF($D$47:$AB$47,QU$50)=0),””,(IF(QU$50=$D$47,$D51,0)+IF(QU$50=$E$47,$E51,0)+IF(QU$50=$F$47,$F51,0)+IF(QU$50=$G$47,$G51,0)+IF(QU$50=$H$47,$H51,0)+IF(QU$50=$I$47,$I51,0)+IF(QU$50=$J$47,$J51,0)+IF(QU$50=$K$47,$K51,0)+IF(QU$50=$L$47,$L51,0)+IF(QU$50=$M$47,$M51,0)+IF(QU$50=$N$47,$N51,0)+IF(QU$50=$O$47,$O51,0)+IF(QU$50=$P$47,$P51,0)+IF(QU$50=$Q$47,$Q51,0)+IF(QU$50=$R$47,$R51,0)+IF(QU$50=$S$47,$S51,0)+IF(QU$50=$T$47,$T51,0)+IF(QU$50=$U$47,$U51,0)+IF(QU$50=$V$47,$V51,0)+IF(QU$50=$W$47,$W51,0)+IF(QU$50=$X$47,$X51,0)+IF(QU$50=$Y$47,$Y51,0)+IF(QU$50=$Z$47,$Z51,0)+IF(QU$50=$AA$47,$AA51,0)+IF(QU$50=$AB$47,$AB51,0))/COUNTIF($D$47:$AB$47,QU$50)*25)

Keterangan :

  • Posisi           :    QU51
  • Kegunaan    :    Menghitung skor nilai SK1.
  • hasil             :    0 – 100

3.         Rumus dan Fungsi pada Sistem Output

Sistem output bagian yang mengkomunikasikan hasil analisis soal dan input yang dikeluarkan kembali oleh program setelah melalui proses transformasi data menjadi informasi yang berguna kepada pengguna. Bagian ini menjadi amat penting karena semua hasil perhitungan dan proses tidak akan berguna jika tidak bisa dipahami dan dimengerti oleh pengguna. Pengguna harus mengerti dengan mudah apa maksud dari output dan bagaimana cara mendapatkan informasi tersebut.

Ada 19 macam output sebagai hasil dari analisa output yang telah dibahas sebelumnya sebagai hasil dari sistem proses untuk soal pilihan jamak dan soal uraian.  Semua output ini harus dikomunikasikan kepada pengguna dengan  menggunakan bahasa sederhana agar pengguna dengan mudah mendapatkan da memahaminya.

Rumus dan fungsi pada sistem output ditempatkan pada form output. Karakteristik dari rumus yang dikembangkan pada sistem output masih sama dengan sebelumnya. Karena ini sistem output tentunya masukannyaberasal dari sistem input dan sistem proses. Secara umum sistem output menggunakan prinsip link data karena hanya berfungsi menampilkan data hasil proses transformasi yang dilakukan oleh program. Fungsi yang paling banyak digunakan pada sistem proses adalah fungsi vlookup, concatenante dan if.

Setidaknya ada 61 macam rumus yang dikembangkan pada sistem output yang ditempatkan pada seluruh form output. Pada pembahasan ini kami sajikan beberapa contoh rumus yang dikembangkan pada sistem output.

  1. =IF(BN51=0,””,IF(BN51=0,0,ROUND(BN51*(100/$B$38),2)))

Keterangan :

  • $B$38 berisi jumlah soal pilihan jamak.
  • BN51 berisi jumlah benar pada perhitungan skor
  • Fungsi Round berfungsi untuk membatasi banyak desimal di belakang koma
  • Kegunaan     :  Menghitung skor nilai peserta didik dari jumlah benar jawaban peserta didik  jika kondisi BN51 tidak nol.
  • hasil              :  0 sampai 100
  1. =CONCATENATE(CD51,CD52,CD53,CD54,CD55,CD56,CD57,CD58,CD59,CD60,CD61,CD62,CD63,CD64,CD65,CD66,CD67,CD68,CD69,CD70,CD71,CD72,CD73,CD74,CD75,CD76,CD77,CD78,CD79,CD80)&CONCATENATE(CD81,CD82,CD83,CD84,CD85,CD86,CD87,CD88,CD89,CD90,CD91,CD92,CD93,CD94,CD95,CD96,CD97,CD98,CD99,CD100,CD101,CD102,CD103,CD104,CD105,CD106,CD107,CD108,CD109,CD110)&CONCATENATE(CD111,CD112,CD113,CD114,CD115,CD116,CD117,CD118,CD119,CD120,CD121,CD122,CD123,CD124,CD125,CD126,CD127,CD128,CD129,CD130,CD131,CD132,CD133,CD134,CD135,CD136,CD137,CD138,CD139,CD140)&CONCATENATE(CD141,CD142,CD143,CD144,CD145,CD146,CD147,CD148,CD149,CD150,CD151,CD152,CD153,CD154,CD155,CD156,CD157,CD158,CD159,CD160,CD161,CD162,CD163,CD164,CD165,CD166,CD167,CD168,CD169,CD170)&CONCATENATE(CD171,CD172,CD173,CD174,CD175,CD176,CD177,CD178,CD179,CD180,CD181,CD182,CD183,CD184,CD185,CD186,CD187,CD188,CD189,CD190,CD191,CD192,CD193,CD194,CD195,CD196,CD197,CD198,CD199,CD200)&CONCATENATE(CD201,CD202,CD203,CD204,CD205,CD206,CD207,CD208,CD209,CD210,CD211,CD212,CD213,CD214,CD215,CD216,CD217,CD218,CD219,CD220,CD221,CD222,CD223,CD224,CD225,CD226,CD227,CD228,CD229,CD230)&CONCATENATE(CD231,CD232,CD233,CD234,CD235,CD236,CD237,CD238,CD239,CD240,CD241,CD242,CD243,CD244,CD245,CD246,CD247,CD248,CD249,CD250,CD251,CD252,CD253,CD254,CD255,CD256,CD257,CD258,CD259,CD260)&CONCATENATE(CD261,CD262,CD263,CD264,CD265,CD266,CD267,CD268,CD269,CD270,CD271,CD272,CD273,CD274,CD275,CD276,CD277,CD278,CD279,CD280,CD281,CD282,CD283,CD284,CD285,CD286,CD287,CD288,CD289,CD290)

CONCATENATE(CD291,CD292,CD293,CD294,CD295,CD296,CD297,CD298,CD299,CD300,CD301,CD302,CD303,CD304,CD305,CD306,CD307,CD308,CD309,CD310,CD311,CD312,CD313,CD314,CD315,CD316,CD317,CD318,CD319,CD320)&CONCATENATE(CD321,CD322,CD323,CD324,CD325,CD326,CD327,CD328,CD329,CD330,CD331,CD332,CD333,CD334,CD335,CD336,CD337,CD338,CD339,CD340,CD341,CD342,CD343,CD344,CD345,CD346,CD347,CD348,CD349,CD350)&CONCATENATE(CD351,CD352,CD353,CD354,CD355,CD356,CD357,CD358,CD359,CD360,CD361,CD362,CD363,CD364,CD365,CD366,CD367,CD368,CD369,CD370,CD371,CD372,CD373,CD374,CD375,CD376,CD377,CD378,CD379,CD380)&CONCATENATE(CD381,CD382,CD383,CD384,CD385,CD386,CD387,CD388,CD389,CD390,CD391,CD392,CD393,CD394,CD395,CD396,CD397,CD398,CD399,CD400)

Keterangan :

  • Kegunaan     :  Menampilkan data yang berada pada cell CD51 sampai CD400 berupa nomor peserta didik yang ada pada nomor rangking tertentu.
  • hasil              :  001 atau sampai 350
  1. S16 =VLOOKUP($C16,PJ_Tuntas,33)

Keterangan :

  • Posisi          :    analisis Ketuntasan pilihan jamak
  • Kegunaan   :   menampilkan nomor yang dijawab dengan benar dalam klasifikasi SK.
  • hasil            :   01 – 60
c.         Pembuatan Hyperlink

Arus perpindahan data mulai dari sistem input, sistem proses dan sistem output menggunakan link data. Sedangkan perpindahan form dari satu form ke form yang lainnya menggunakan hyperlink. Pembangunan link data merupakan proses utama dalam komunikasi data dari sistem yang dibuat. Link data pada program Simpel PAS menjadi sangat penting untuk membangun sistem hidup. Pengguna tidak perlu memindahkan data dari sistem input ke sistem proses maupun dari sistem proses ke sistem output. Semua dikerjakan oleh program secara otomatis dengan menggunakan link data.

Program sudah dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan data baik data yang dapat dihitung maupun data yang tidak dapat dihitung termasuk data kosong. Pembangunan link data menggunakan rumus dan fungsi pengambilan data. Rumus yang dibangun untuk link data menggunakan beberapa jenis rumus, antara lain ; vlookup, hlookup, concatenate atau link langsung.

Link data yang paling banyak dilakukan dalam program Simpel PAS adalah link antar cell. Content dari suatu cell menjadi data input dari cell yang lain. Proses yang dilakukan oleh program mayoritas menggunakan perpindahan data antar cell.

Salah Contoh link data yang dibuat pada system proses misalnya :

BK16 =IF(B16>Jumlah_Peserta,””,VLOOKUP($B16,Tabulasi_PJ,66))

Keterangan :

  • Posisi           :    tabulasi data soal pilihan jamak
    • Kegunaan   :   Mengambil dan menampilkan skor nilai peserta didik nomor 1.

Fungsi di atas adalah yang menggunakan link data dengan menggunakan fungsi vlookup. Vlookup digunakan untuk pengambilan data dari tabulasi_PJ yaitu tabel perhitungan tabulasi data soal pilihan jamak. Jadi fungsi vlookup disini sebagai link data antara tabel perhitungan tabulasi data soal pilihan jamak pada system proses dengan tabel tabulasi data dari form tabulasi data soal pilihan jamak pada system output.

Link dibuat antar cell pada posisi yang bersesuaian dari tabel tabulasi data dengan tabulasi_PJ. Rumus ini berjumlah 21.000 buah pada form tabulasi data karena cell yang digunakan pada tabel tabulasi data untuk data tabulasi berjumlah 21.000 buah cell.

Yang kedua hyperlink digunakan untuk komunikasi antar muka dari form yang ada pada program. Pembuatan hyperlink menggunakan fasilitas hyperlink yang disediakan oleh excel. Hyperlink dibuat dengan menggunakan button masing-masing form.

Button yang digunakan secara keseluruhan dibuat sendiri oleh peneliti dengan bantuan program CorellDraw versi 14. Button yang digunakan semaksimal mungkin dibuat agar mencerminkan karakteristik dari form atau menu yang berkaitan. Setidaknya ada 21 button yang dibuat untuk digunakan sebagai button hyperlink program Simpel PAS. Beberapa contoh button yang dibuat antara lain: , , , , , , dan . Secara lebih rinci mengenai button dan fungsinya serta posisi penempatannya dipaparkan secara lengkap pada lampiran 15 halaman 285.

d.        Pengaturan Format

Pengaturan format merupakan langkah terakhir dalam perancangan program simpel PAS. Langkah ini menjadi begitu penting karena sebuah produk akan menarik dan enak digunakan ketika tampilannya menarik. Sebuah tampilan sangat membantu pengguna memahami form yang ditampilkan. Motivasi dapat timbul ketika melihat penampilannya menarik dan indah.

Form atau sheet yang menjadi media utama program mengkomunikasikan maksudnya kepada pengguna menjadi amat penting untuk dibuat indah dan menarik untuk dilihat. Pengaturan format yang dilakukan pada form meliputi pengaturan tabel dan banner.

Banner pada menu utama program dibuat dengan bantuan program corelldraw X4. Banner dibuat untuk memperindah tampilan sehingga komunikasi yang terbangun antara pengguna  dan program berjalan baik. Banner dari juga berfungsi sebagai petunjuk praktis penggunaan menu tersebut.

Banner utama dari program simpel PAS seperti tampak pada gambar 4.5 didesain dengan memadukan file berextensi png yang diproduksi dengan bantuan corelDraw X4 dengan format cell pada excel. Banner ini terdiri beberapa bagian antara lain: logo Simpel PAS di bagian kiri, nama Simple PAS dibagian tengah kiri, nama emka production di bagian kanan (emka = muhamad khotib), dan identitas program di bagian tengah bawah, sedang sekolah teraktivasi ada di bagian tengah atas.

Gambar 4.5 Banner Utama Simpel PAS

Pengaturan format pada pengaturan tabel merupakan langkah pengerjaan paling banyak dilakukan terhadap form. Pengaturan ini meliputi number, alignment, font, border, fill dan protection.

Pengaturan number digunakan untuk mengatur tampilan angka dan karakter yang ada pada cell. Data tersebut ditampilkan sesuai dengan jenis data yang dihasilkan. Jenis data ini erat kaitan dengan fungsi dari hasil analisis dari program Simpel PAS. Sebagai contoh data angka harus di format dengan angka, tetapi data tanggal harus diformat dengan data tanggal.

Pengaturan font dilakukan untuk mengatur besar kecilnya huruf, warna huruf, dan jenis huruf. Pengaturan Aligment dilakukan perataan teks pada cell tempat teks tersebut ada. Pengaturan ini sangat penting karena berhubungan keterbacaan. Pemenggalan teks dan perataan teks menjadi amat penting dalam keterbacaan. Pengaturan border atau garis pinggir dari tabel sangat penting dilakukan agar tabel mempunyai tampilan menarik. Pengaturan fill atau pewarnaan cell sangat membantu program mengkomunikasikan data dan informasi kepada pengguna.

Pengaturan tabel pada pembuatan program ini dilakukan secara bersama-sama dengan mempertimbangkan keterbacaan, kesederhanaan, keindahan, dan kemenarikan. Dengan pertimbangan tersebut maka penggunaan warna cell, penggunaan warna pada huruf, penggunaan warna pada baris border, lebar kolom dan tinggi baris menjadi pertimbangan yang matang untuk dikombinasikan pada format tabel.

Sebagai contoh ditampilkan pengaturan tabel yang dilakukan pada menu aktivasi program pada gambar 4.6. Penggunaan warna, jenis huruf, lebar kolom dan tinggi baris dikombinasikan secara afik dan menarik. Secara lengkap hasil pengaturan tabel disajikan pada lampiran 17 halaman 289 pada daftar form.

Gambar 4.6 Contoh Pengaturan Tabel Pada Menu Aktivasi

Pengaturan huruf, pewarnaan dan perataan baris pada menu aktivasi sebagaimana ditampilkan pada gambar 4.6 menggunakan pewarnaan yang sangat mendukung pengguna untuk lebih mudah memahami setiap bagian. Ada empat bagian dari menu yang disajikan secara terpisah. Dan masing-masing bagian menu terdiri dari dua kolom yang satu berfungsi sebagai judul baris dan satu kolom lain sebagin kolom untuk memasukan data.

4.        Tahapan Penerapan

Pada tahapan penerapan, setelah program dirancang dilakukan pengetesan pada proses yang dilakukan oleh sistem. Setiap rancangan pada sistem atau sub sistem langsung dilakukan pengetesan untuk mengetahui apakah logika yang dikembangkan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Tahapan ini dilakukan dengan bantuan teman sejawat yang turut mengevaluasi kinerja sistem yang sedang dibuat. Proses perancangan produk dilakukan satu per satu sistem dan sub sistem dibuat. Kemudian setiap sistem sampai kepada subsistem yang paling kecil dan sederhana dilakukan pengetesan. Setiap pengetesan sistem yang dirancang menggunakan data input dan memperhatikan proses dan output yang dihasilkan.

Tahap penerapan ini dilakukan bertujuan untu melihat dan mengevaluasi kinerja semua fungsi yang direncanakan. Evaluasi dilakukan mulai dari proses persiapan, proses input, proses transformasi data dan proses output. Selain itu juga diamati tampilan interface dari program, mulai dari pewarnaan, format cell, lebar dan tinggi kolom dan baris.

Setiap temuan dalam penerapan ini dijadikan dasar untuk melakukan kembali tahapan perencaan dari perancangan produk awal. Setelah itu dilakukan kembali tahapan proses perancangan produk ini secara siklus dan terus menerus sampai kondisi yang diharapkan tercapai.


2 Comments

  1. prazt811 says:

    maaf pak mau tanya, rumus yang digunakan untuk KA-KB seperti apa ya..?

    • emka says:

      Untuki membuat rumus KA atau KB pahami dulu logikanya:
      1. data diurutkan dari besar ke kecil untuk kebutuhan KA
      rumus yg digunakan cukup rank(….) kombinasi dg vlookup( …)
      2. data diurutkan dari kecil ke besar untuk kebutuhan KB
      rumus yg digunakan cukup rank(….) kombinasi dg vlookup( …)

Silahkan Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: