Simpel PAS

Home » Analisis

Category Archives: Analisis

Advertisements

Analisis Ketuntasan Belajar dengan Simpel PAS

by emkapro oleh Muhamad Khotib, M.Pd. Guru SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik

Pembelajaran tuntas adalah pola pembelajaran berbasis kompetensi yang menggunakan prinsip ketuntasan secara individual terhadap seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar. Setelah proses pembelajaran dilakukan selanjutnya diadakan penilaian terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran. Untuk mengukur penguasaan kompetensi perlu dikembangkan suatu penilaian yang mencakup seluruh kompetensi dasar dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan oleh pendidik. Penilaian terhadap hasil pembelajaran menggunakan sistem penilaian berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dikuasai dan belum dikuasai serta mengetahui kesulitan belajar peserta didik. Apabila peserta didik belum menguasai suatu kompetensi dasar harus mengikuti proses pembelajaran kemudian dilakukan penilaian untuk mengukur pencapaian kompetensi (Depdiknas, 2010: 36). (more…)

Advertisements

Simpel PAS Release 2.0

Setelah beberapa bulan berselang dari versi perdana. Versi dana Simpel PAS sudah diakses oleh rekan-rekan pendidik dan tenaga dosen. Terima kasih yang setinggi-tingginya kepada teman-teman yang telah banyak memberikan masukan dan koreksi untuk perbaikan. Teman-teman dari Pare, Kediri, Tegal, Sulawesi, Medan, Padang, Jakarta, Tangerang, Bogor, Yogyakarta, Makasar, Pattongko, Sungkai, Bengkulu, Jambi, Jayapura, Kalimantan, dan masih banyak lagi dan khusunya tentang rekan-rekan dari Lampung yang telah memberikan suport dan kepercyaan penuh menggunakan produk kami.
(more…)

Analisis Standar Isi dengan Simpel Teach

Oleh Muhamad Khotib, S.Pd., M.Pd.

A.      Pendahuluan

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh pendidik di masing-masing satuan pendidikan yang berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Sekolah sebagai satuan pendidikan hrus menyusun sendiri kurikulum yang dilaksanakan dalam bentuk dokumen kurikulum. Ada dua jenis dokumen yang harus disiapkan sekolah, yaitu dokumen I yang meliputi Komponen KTSP (Tujuan tingkat satuan pendidikan, Struktur dan Muatan Kurikulum, serta Kalender Pendidikan), dan dokumen II – yang meliputi silabus seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal untuk semua tingkat kelas.

(more…)

Desain Program Remedial dan Pengayaan Artikel Baru simpel PAS

Simpel PAS adalah program aplikasi untuk menganalisis soal yang juga dapat digunakan untuk membantu guru dalam mendesain program pembelajaran remedial dan pengayaan. Program remedial dan pengayaan dapat dengan mudah dibuat dengan memanfaatkan hasil evaluasi dan analisis hasil belajar yang dikeluarkan oleh Simpel PAS.

Prinsip belajar tuntas (mastery learning), yaitu sistem belajar yang mengharapkan sebagian besar siswa dapat menguasai tujuan instruksional umum dari suatu satuan pelajaran secara tuntas. Standar normal penguasaan tuntas adalah 85% dari populasi siswa harus menguasai sekurang-kurangnya 75% dari tujuan instruksional yang hendak dicapai. (more…)

Analisis Ketuntasan Belajar dengan simpel PAS

Pembelajaran tuntas adalah pola pembelajaran berbasis kompetensi yang menggunakan prinsip ketuntasan secara individual terhadap seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar. Setelah proses pembelajaran dilakukan selanjutnya diadakan penilaian terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran. (more…)

Evaluasi Hasil Belajar

oleh Muhamad Khotib (guru SMA Muhammadiyah 1 Sekampung Udik – Lampung Timur)

Perubahan tingkah laku yang dimiliki peserta didik sebagai hasil dari proses pembelajaran harus dilakukan evaluasi untuk melihat apakah perubahan tingkah yang ditampilkan oleh peserta didik sudah sesuai atau belum dengan yang diharapkan. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik (Depdiknas, 2007: 1).

(more…)

Analisis Soal

oleh Muhamad Khotib (alumni pasca tp unila 2011/guru SMA Muhd. 1 Sekampung Udik – Lampung Timur)

Menurut Arikunto (2009: 205), analisis butir soal adalah suatu prosedur yang sistematis yang dilakukan pada butir soal, yang akan memberikan informasi-informasi yang penting dan khusus terhadap butir soal yang dibuat. Perlakuan yang diberikan kepada soal yang digunakan dalam sebuah tes merupakan sebuah keharusan untuk dilakukan agar pendidik mendapatkan informasi yang berguna untuk perbaikan pembelajaran. Soal adalah alat untuk mengukur sebuah kompetensi yang menjadi tujuan dari pembelajaran. Karakteristik soal yang digunakan untuk sebuah pengujian merupakan sebuah keharusan bagi peneliti untuk diketahui agar penilaian terhadap yang diteliti dapat dipertanggungjawabkn.
(more…)

Items Response Theory (IRT)

oleh Muhamad Khotib (alumni pasca unila 2011)

Analisis butir soal secara modern yaitu penelaahan butir soal dengan menggunakan Item Response Theory (IRT) atau teori jawaban butir soal. Teori ini merupakan salah satu cara untuk menilai kelayakan butir dengan membandingkan rerata penampilan butir terhadap tampilan bukti kemampuan kelompok yang diramalkan oleh model. Tujuan utama teori respons butir dikembangkan adalah untuk mengatasi kelemahan teori tes klasik yang tidak independent terhadap kelompok peserta yang mengerjakan tes maupun terhadap tes yang diujikan. Menurut Hambleton dan Swaminathan dalam Depdiknas (2007: 19) menyatakan bahwa tujuan utama IRT adalah memberikan kesamaan antara statistik soal dan estimasi kemampuan peserta didik.
(more…)

Tingkat Kesukaran Soal

oleh muhamad khotib (alumni pasca tp unila)
Tingkat kesukaran soal atau proporsi jawaban benar adalah jumlah peserta tes yang menjawab dengan benar pada butir soal yang dianalisis dibandingkan dengan jumlah peserta tes seluruhnya (Surapranata, 2004: 12). Butir soal yang banyak dikerjakan dengan benar oleh peserta didik termasuk tipe soal mudah. Sebaliknya soal sulit adalah soal yang dikerjakan dengan benar oleh lebih sedikit peserta didik.

(more…)

Menentukan Daya Beda Soal

oleh Muhamad Khotib (alumni pasca TP unila)

Menurut Arikunto (2009: 211) daya beda soal adalah kemampuan sesuatu soal yang dapat membedakan antara peserta didik yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan peserta didik yang bodoh (berkemampuan rendah). Sedangkan menurut Surapranata (2004: 23) indeks daya beda adalah kemampuan soal untuk membedakan antara peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan peserta tes yang berkemampuan rendah. Dari dua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa soal yang baik adalah soal yang dapat membedakan peserta didik yang pintar dan peserta didik yang tidak pintar. Soal digunakan oleh seorang evaluator untuk menguji kelompok yang diuji. Soal akan berfungsi dengan baik jika dapat membedakan kemampuan orang-orang dalam kelompok tersebut.

(more…)